Jin adalah makhluk ghaib yang Allah ciptakan. Mereka sudah ada sebelum manusia diciptakan. Jumlah mereka lebih banyak dari pada manusia, karena usia mereka lebih panjang dari pada usia manusia. Manusia menyebut Jin dengan berbagai sebutan antara lain hantu, dedemit, arwah gentayangan, ghost, devil dan lain-lain sebagainya.
Islam menyatakan bahwa jin adalah makhluk mukallaf, yaitu makhluk yang diberi beban dan kewajiban untuk beribadah kepada Allah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku"
(QS Az-Zariyat Ayat 56)
Jin adalah makhluk yang sudah diciptakan Allah sebelum manusia. Mereka dahulunya adalah bangsa yang memiliki peran penting dalam membangun peradaban dan tatanan alam semesta. Bahkan beberapa di kalangan mereka diangkat Allah menjadi malaikat dari bangsa jin, salah satunya Azazel. Azazel sebelum berubah menjadi Iblis adalah salah satu Archangel, bersama Jibril dan Mikail. Jibril merupakan pemimpin malaikat dari bangsa Ruh. Mikail memimpin malaikat dari bangsa cahaya dan Azazel memimpin malaikat dari bangsa api. Mereka bertiga merupakan kaki tangan Tuhan dalam membantu menata keseimbangan alam semesta. Sementara dari kalangan manusia, Allah belum menentukan siapa yang akan dipilih menjadi utusannya dari bangsa tanah.
Hingga muncul satu peristiwa, Tuhan memiliki rencana menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang membuat Azazel cemburu dan melakukan pembangkangan.
Mengapa Azazel cemburu ?
Azazel menyaksikan bahwa makhluk yang bernama manusia adalah makhluk yang suka berbuat kerusakan di muka bumi dan saling menumpahkan darah. Kemungkinan yang disaksikan oleh Azazel adalah manusia yang belum memiliki akal, seperti halnya binatang. Makhluk ini dikenal dengan manusia purba seperi homo erectus.
Maka kemudian Allah memilih salah satu manusia dan memberikannya akal dan pengetahuan. Adam. Manusia merah. Allah mengajarkan Adam berbagai pengetahuan, dan meminta semua makluk untuk melayaninya, termasuk semua bangsa Malaikat. Semuanya sujud dan tunduk kepada Adam. Kecuali Azazel. Azazel membangkang, karena merasa dirinya lebih mulia dari Adam. Allah murka dan menghukum Azazel beserta seluruh pengikutnya. Azazel terlempar dari kerajaan surga dan berubah namanya menjadi Iblis. Mereka diturunkan ke bumi dan bersumpah menjerumuskan manusia ke dalam neraka.
Bangsa jin ini diciptakan Allah dari nyala api yang sangat panas. Seperti firman Allah :
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr: 27).
Begitu pula disebutkan dalam surat Ar Rahman,
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar Rahman: 15).
Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
“Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian.”
(HR. Muslim no. 2996).
Jin berada di dimesi yang berbeda dengan alam manusia. Bukan di alam 4 dimensi dimana manusia berada. Tiga dimensi ruang yang terdiri dari panjang, lebar, tinggi dan satu dimensi waktu. Alam jin mungkin berada di dimensi ke 5. Meraka bisa melihat manusia, namun manusia tidak bisa melihatnya. Jin dinamakan jin karena mereka tertutup dari pandangan manusia. Seperti derivasi dari kata Maznun (gila), janin, jannah (kebun yang tersembunyi).
Allah berfirman,
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”
(QS. Al A’raf: 27).
Jin murni tinggal di hutan, gua, padang pasir, sungai, tempat terpencil dan terbengkalai. Mereka tidak mengganggu manusia. Namun apabila manusia mengganggunya, maka mereka akan balas dendam dengan cara masuk ke dalam tubuh manusia yang bisa berdampak kepada penyakit fisik dan mental. Seperti ketika membuang air panas atau berjalan yang bukan jalan manusia tanpa permis sehingga membuat anak-anak mereka terluka dan mati. Oleh karena itu, di beberapa wilayah menggunakan adab dengan cara memercikan air ke tanah atau semak-semak sebagai bentuk izin atau ucapan permisi agar mereka tidak terluka ketika manusia melakukan sesuatu.
Namun, ada juga sebagian di antara mereka merasa kepo dan tergiur dengan keindahan alam manusia. Mereka iri. Tidak seperti di alamnya yang gelap. Kebanyak mereka hidup sangat serius, tanpa tawa dan canda, masing-masing dan tidak mau berbagi. Dan mereka menunggu celah untuk bisa menembus ke alam manusia. Mereka butuh materi. Dan materi itu adalah tubuh manusia yang lemah.
in adalah makhluk berbentuk asap yang tidak bisa terlihat pada umumnya oleh manusia. Bentuk mereka beraneka ragam dan mampu merubah bentuknya.
Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
الْجِنُّ عَلَى ثَلاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَحِلُّونَ وَيَظْعَنُونَ
” Jin terdiri dari tiga kelompok; satu kelompok memiliki sayap dan mereka terbang di udara, satu kelompok berbentuk ular dan satu kelompok tidak menetap dan berpindah-pindah.”
Secara umum jin berbentuk ular dengan dua kaki. Sebagian lagi bersayap seperi capung dan laron. Sebagian lagi berpindah tidak memiliki komunitas tetap.
Sifat dasar jin adalah bodoh, jahil, pendusta, mampu merubah wujud dan bergerak sangat cepat hampir separuh kecepatan cahaya. Mereka adalah antitesis dari sifat dasar manusia.
Persamaan dengan manusia adalah mereka sama-sama memiliki kewajiban beribadah kepada Allah, makan, minum, memiliki jenis kelamin, kawin, memiliki keturunan, bersuku-suku, mati. Merekapun punya akal, nafsu, pikiran, hati, perasaan dan kemampuan membedakan yang baik dan buruk.
Sebagian jin baik dan sebagian lagi buruk. Sebagian taat kepada Allah dan sebagian lagi membangkang. Sama seperti manusia.
Setiap bangsa jin memiliki perkampungan atau kerajaan dengan para pemimpinnya. Mereka seperti halnya manusia, juga memiliki tempat tinggal, pasar, tempat belajar dan tempat ibadah.
Jin yang hidup di alam manusia akan mendompleng wanita hamil untuk melahirkan. Mereka memantau dan memilih manusia untuk dijadikan sarana melahirkan keturunannya. Wanita baik akan didompleng jin baik. Wanita buruk akan didompleng jin buruk. Jin bisa memilih berapa jumlah anak keturunannya. Dan setelah kelahirannya, jin buruk akan membuang dan meninggalkannya begitu saja.
Jin ini berbentuk ular dengan dua kaki, bersayap dan berpindah. Alam mereka berbeda dengan manusia. Mereka memiliki kemampuan merubah bentuk sesuai fikiran manusia. Terkadang mereka menyerupai manusia, binatang buas, atau apa saja tergantung pikiran manusia yang mengundangnya. Jin jenis ini tidak bisa masuk manusia sembarangan saja. Kehadiran mereka ke dalam diri manusia karena satu sebab yaitu diundang oleh manusia, antara lain :
SYIRIK
Jin ini masuk ke dalam berhala, datang lewat sesajen, susuk, jimat atau benda lain yang dianggap memiliki tuah.
Keberadaan mereka ke dalam diri manusia akan menyebabkan manusia semakin jauh dari Allah.
SANTET DAN SEJENISNYA
Jin ini digunakan oleh dukun untuk masuk ke dalam manusia sesuai perintahnya. Mereka dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan menggunakan media makanan, minuman, tanah, tiupan, benda yang ditanam atau media lainnya. Jin yang digunakan oleh dukun ini diberi stempel kepemilikan dan isi perintah. Jin yang sudah distempel sangat patuh kepada tuannya. Mereka melakukan apa saja selama stempel di dirinya masih ada. Tuannya memberi mereka makanan berupa sesajen seperti darah, kopi pahit, bunga-bunga dan makanan lainnya sebagai perjanjian dengan jin.
Namun sesungguhnya, semua jin ini tidak ada yang mampu masuk ke dalam tubuh manusia, kecuali manusia itu sendiri yang memiliki kelemahan dan pintu masuk. Bagi sebagian orang, santet tidak memiliki pengaruh apapun. Si jin santet tidak bisa melakukan apapun selain bertambah bodoh dan tidak berdaya.
AMALAN ATAU BACAAN APA SAJA YANG DINIATKAN SELAIN KARENA ALLAH
Banyak manusia yang membaca suatu mantera atau amalandengan berbagai bahasa, yang bahkan terkadang bacaan itu diambil dari ayat-ayat suci untuk tujuan tertentu, seperti kekayaan, pengasihan, wibawa, kekuatan, pelet dan lain-lain sebagainya. Jin inipun memiliki stempel kepemilikan dari orang yang melakukannya.
SESAJEN
Bentuk ini terkadang dianggap sebagai sebuah budaya. Namun sesungguhnya, jin mendompleng dan memakan sesajen yang diberikan manusia. Apalagi sesajen ini memang ditujukan kepada sesuatu yang dianggap memiliki keramat.
Bentuk sesajen ini beraneka ragam, tergantung dari perintah dukun atau tradisi. Dan seringkali praktek ini tanpa disadari juga masuk ke dalam ritual ibadah, yang padahal justru mengundang jin untuk datang.
JIMAT
SUSUK
PANDANGAN MATA (AIN)
Jin masuk ke dalam benda-benda apa saja yang disukai manusia. Lukisan, patung, pakaian, sepatu, tas, handphone dan lain-lain. Mereka bangga jika manusia memandangnya. Pandangan mata terhadap benda yang membuat manusia takjub melebihi ketakjubannya kepada Allah Sang Pencipta dapat menyebabkan penyakit ain. Penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).
Ain ini berupa gangguan yang disebabkan dari pandangan mata yang diikuti respons jiwa negatif. Hal dijelaskan dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah:
“‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Penyakit ain disebabkan oleh pada pandangan seseorang yang dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki, dan niat jahat terhadap orang yang dipandangnya. Salah satu ciri orang yang memiliki pandangan ain merasakan panas saat melihat hal-hal yang mengagumkan dalam pandangan matanya.
Ain juga merujuk pada pandangan kekaguman atau ketakjuban seseorang namun tidak disertai dengan berdzikir pada Allah
Jin murni masuk ke dalam sebuah benda yang sering kali dipuja dan diperhatikan. Dan di saat manusia memandangnya dengan penuh ketakjuban maka dia akan masuk ke dalam tubuh manusia dengan wujud seperti benda yang disinggahinya. Disaat itulah manusia yang menderita penyakit ain akan merasakan tubuhnya terganggu dan menderita sakit. Namun masuknya mereka ke dalam tubuh manusia setelah melalui tahapan selanjutnya, yaitu galau, amarah, dendam dan kesedihan.
“Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, 'Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali telah disertakan baginya seorang qarin (teman) dari kalangan jin dan seorang qarin dari kalangan malaikat.”
Mereka bertanya,
“Apakah juga engkau, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab,
“Ya, termasuk aku, tetapi Allah telah menolongku sehingga aku selamat/ia masuk Islam, maka ia tidak memerintahkan kepadaku kecuali kebaikan.”
(HR Muslim)
Setiap manusia memiliki pendamping yang disebut qorin. Jin Qorin manusia tidak akan muncul ketika manusia itu masih hidup. Mereka akan muncul ketika manusia itu wafat. Perilaku jin qorin ini sama persis dengan perilaku manusia yang ditempatinya ketika hidup.
Jika manusia itu wafat dalam husnul khotimah, jin qorinnya tidak akan bergentayangan dan mengganggu manusia lain. Dia akan berada di kuburan manusia itu saja dan tidak mengganggu siapapun. Mereka tidak peduli dengan keadaan sekelilingnya.
Namun jika manusia wafat dalam suul khotimah, maka jin itu akan mencari manusia lain yang memiliki perilaku sama dengan manusia yang pernah didampinginya. Mereka akan menggoda agar manusia itu terus berbuat kerusakan.
Al Qur'an surat Qaf ayat 27 ialah menyebutkan bahwa setiap manusia didampingi "Qarin dari kalangan Jin".
قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
"(Setan) yang menyertainya berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”
Seperti halnya manusia, binatangpun memiliki jin qorin. Mereka akan masuk ke dalam tubuh manusia, yang suka melakukan pelanggaran adab kepada binatang. Jin qorin binatang ini akan mengganggu kepribadian dan fisik manusia, sesuai dengan luka dan derita yang manusia itu pernah lakukan kepada mereka..
Nyaris hampir semua manusia memiliki jin qorin binatang. Mereka seperti CCTV Allah dan akan menjadi saksi atas perbuatan manusia.
Adab dalam semua aktifitas menjadi cara yang paling efektif agar terhindar dari pengaruh jin qorin binatang ini.
Khodam memiliki makna pembantu atau penjaga. Sementara jin Khodam adalah jin yang membantu manusia sesuai niat pada saat memanggilnya. Jin ini berasal dari undangan manusia berupa amalan untuk mendapatkan sesuatu selain ridha Allah. Meski amalan itu berasal dari ulama atau dari bacaan kitab suci, namun diniatkan untuk mendapatkan dunia. Seperti amalan untuk pengasihan, wibawa, kekuatan, kekayaan, dan lain-lain selain mendapat ridha Allah. Semua jin khodam berasal dari jin murni yang kedatangan mereka karena diundang oleh manusia.
Ketika seseorang yang memiliki jin khodam wafat, maka jin ini akan turun ke anggota keluarganya. Turunan ini disebut dengan jin nasbab.
Kemunculan jin khodam bisa seketika masuk ke dalam diri manusia, ketika manusia baru saja memiliki niat untuk mendapatkan sesuatu selain dari Allah. Beberapa amalan yang sering disalahgunakan oleh manusia antara lain :
Jin Khodam terbagi ke dalam dua kelompok :
Siluman adalah bagian dari jin. Bentuk mereka separuh binatang dan separuh manusia. Terkadang kepalanya binatang dan tubuhnya manusia. Atau sebaliknya. Keberadaan mereka disebabkan oleh perkawinan antara jin dan manusia yang dilakukan oleh manusia tanpa mereka sadari antara lain : masturbasi, persetubuhan tanpa doa, perzinahan.
Ciri manusia yang dipengaruhi oleh siluman :
Sampah lingkungan. lingkungan yang kotor dan lembab
Kamar mandi, dapur, pembuangan air dan kotoran, tumpukan pakaian, banyak benda yang tidak berguna
Kuku, darah, gigi, bau badan
Galau - Sedih -Amarah - Dendam - Putus Asa - Buruk Sangka - Pelanggaran Adab - Sengaja Mengundang
Gangguan fisik pada manusia sebagian besar disebabkan oleh pelanggaran adab kepada binatang sehingga jin qorin binatang akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa tahapan. Perilaku manusia yang membunuh binatang tanpa adab dan menyia-nyiakan mereka akan menyebabkan jin qorin binatang masuk ke dalam manusia yang terlebih dahulu menempel dan kemudian masuk lewatkelemahan jiwa manusia. Seperti galau, amarah, dendam dan kesedihan.
Rasa sakit binatang yang disakiti akan mereplika ke dalam tubuh manusia yang mengakibatkan manusia itu akan mengalami penyakit yang sama seperti binatang yang disakiti. Karena pada dasarnya, tidak ada yang sia-sia dalam ciptaan Allah termasuk semua binatang. Dan mereka diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan menjaga keseimbangan bumi.
Jin qorin binatang inipun mampu merubah bentuk apapun mengikuti fikiran manusia.
Belum lagi perilaku manusia yang merusak lingkungan yang menyebabkan banyak binatang yang mati sia-sia, akan menyebabkan kemarahan jin qorin itu dan akan menyerang ke dalam tubuh manusia tanpa mereka sadari.
Gangguan kejiwaan lebih banyak didominasi oleh pelanggaran adab, khususnya kepada ibu.
Amalan yang tidak selesai juga memiliki dampak hebat kepada jiwa manusia.
Selain itu pelanggaran adab kepada binatang dan menjadikan perbuatannya seperti hal yang biasa dapat menyebabkan gangguan kejiwaan.
Beberapa gangguan kejiwaan antara lain :
Gangguan kecemasan, Gangguan mood, Skizofrenia, Gangguan psikotik, Kontrol impuls, Gangguan makan, Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), Gangguan kepribadian
Boros, kikir, suka menimbun makanan dan barang-barang yang tidak dibutuhkan, belanja yang tidak dibutuhkan, mudah lapar, senang bergonta ganti pakaian merupakan gangguan jin dari bangsa siluman.
Gangguan ini merupakan gangguan paling parah. Meski tubuh dan jiwa nampak sehat, namun perilaku mereka semakin jauh dari sang pencipta. Dan tanpa disadari mereka masuk ke dalam jurang yang semakin dalam dan kemudian menafikan Tuhan sebagai sang pencipta.
Tadzkiyatun Nafs adalah salah satu metode efektif untuk menghilangkan dan melemahkan pengaruh jin dalam tubuh dan jiwa manusia. Tidak ada manusia suci, kecuali manusia yang selalu berusaha mensucikan dirinya.
Tahapan Tadzkiyatun Nafs
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim
"Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Audzubikalimatillahi Tammati Min Syarri Ma Kholaq
'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan ciptaan-Nya.'
"A'udzu bi izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru"
“Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan”
Astaghfirullah min kulli dzanbin adziim (7x)
Bersedekah dalam keadaan sempit ataupun lapang. Bersedekahlah tanpa berhitung panjang. Kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang berhak mendapatkan sedekah. Sedekah yang terbaik adalah kepada fakir miskin dan anak yatim yang masih kerabat.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," (QS. Al Imraan 134)
Ketika marah, tariklah nafas. Jika masih marah berbaringlah. Jika masih marah berwudhulah. Jika masih marah, selesaikan marahmu sebelum matahari terbenam. Jika belum juga reda, hentikan marahmu sebelum kau tidur. Jika masih marah juga, hentikan sebelum 3 hari.
Marah disini adalah marah karena urusan diri sendiri. Berbeda dengan marahnya orang yang membela orang lain atau urusan yang bukan dengan dirinya sendiri.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," (QS. Al Imraan 134)
Maafkan semua kesalahan orang lain yang telah dzolim kepada kita. Maafkan dan doakan. Karena memaafkan adalah cara paling ampuh menutup pintu dari jin qorin yang mencoba untuk masuk ke dalam diri manusia.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," (QS. Al Imraan 134)
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." (QS Al A'raf 199)
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَاِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيْلَ
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Sesungguhnya kiamat pasti akan datang. Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.(QS Al Hijr 85)
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (QS As Syura ayat 40)
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ࣖ
Akan tetapi, sungguh siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan. (QS As Syura ayat 43)
Hadits Nabi :
"Barang siapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada di pihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat)." (HR. Al Hakim)
"Barang siapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan." (HR. Ath Thabrani)
"Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seseorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan." (HR. Muslim)
"Orang yang paling penyantun di antara kalian adalah orang yang bersedia memberi maaf walaupun ia sanggup untuk membalasnya." (HR. Al Anshari)
Ini adalah cara yang paling banyak dilupakan manusia. Adab menjadi perbuatan aneh dan dianggap mengada. Dianggap tahayul. Dianggap ketinggalan zaman. Yakinlah, bahwa kedudukan adab diatas ilmu.
Semua pelanggaran adab akan membuat jin mudah masuk, dan membuat mereka betah di dalam tubuh kita. Lemahkan mereka dengan cara menjaga adab.
Pelanggaran adab bukan hanya berdampak kepada diri sendiri, tetapi juga keluarga dan usaha yang sedang kita jalani.
Pelanggaran adab menyebabkan berbagai penyakit antara lain: Jantung, kanker, asam urat, vertigo, batuk tak pernah sembuh, asma, dan hampir semua penyakit yang diderita manusia namun tak kunjung sembuh meski sudah berkali-kali dilakukan tindakan medis. Banyak manusia menduga bahwa penyakit yang mereka derita adalah karena gangguan santet. Padahal, itu disebabkan oleh pelanggaran adab.
Manusia yang mudah kerasukan memiliki 2 sebab :
Cara menyembuhkan orang yang mudah kerasukan adalah obati secara medis gangguan lambungnya dan jangan galau.
Pelanggaran Adab Kepada Allah
PENANGANAN
Astaghfirullah robbal baroya. Astaghfirullah minal khotoya 100 kali
Membaca istighfar sebanyak-banyaknya setiap hari
Membaca shalawat sebanyak-banyak setiap hari
Membaca tahlil, tahmid, takbir sebanyak-banyaknya setiap hari
Perbanyak membaca Al Qur'an
Pelanggaran Adab Kepada Manusia
Pelanggaran adab kepada ibu menempati urutan nomor satu. Sekali bentakan akan menyebabkan organ jantung dan pembuluh otak menyempit.

Pocong adalah bentuk jin yang berasal dari jin murni yang menyamar. Jin murni ini adalah jin yang paling lemah di kalangan bangsa jin. Mereka membaca pikiran manusia akan sesuatu yang paling ditakutinya. Dan bentuk pocong bagi mereka membuat mereka ditakuti. Namun sesungguhnya pocong ini hanyalah casing belaka. Isinya tak lebih dari kelompok jin yang sering dihina di bangsanya.

Ini adalah jenis yang paling banyak dibuat film horor. Kuntilanak adalah jenis Jin Qorin yang berasal dari manusia yang wafat buruk. Bunuh diri, kesedihan dan sakit hati yang dibawa mati. Tawa mereka sesungguhnya adalah kesedihan mereka. Mereka banyak masuk ke dalam manusia yang baper dan mudah sekali bersedih.
Demikian juga mereka akan menghuni rumah-rumah yang didalamnya penuh dengan kesedihan.
Untuk mengeluarkan kuntilanak sangat sederhana. Buatlah suasana terus bahagia dan jangan larut dalam kesedihan. Manusia yang periang tidak akan bisa dimasuki oleh si kunti ini. Kunti akan mengikuti algoritma dari manusia yang pernah disinggahinya.

Bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia. Orang Sunda menyebutnya "gandaruwa" dan orang Jawa umumnya menyebutnya "gendruwo".
Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembap sepi dan gelap.

Penampakannya digambarkan berwajah seram, matanya besar, tubuhnya berwarna hijau, berambut panjang, memiliki gigi taring yang panjang, dan terkadang bisa menjadi kecil seukuran manusia. Salah satu kebiasaan Buto Ijo adalah menculik anak-anak untuk dijadikan budak dan kemudian dimangsa.

Hantu Kuyang adalah sosok siluman berwujud kepala perempuan dengan rambut panjang dan organ dalam tubuh yang menggantung tanpa kulit.

Jin Murni yang menggunakan pikiran manusia yang mempercayai jin berbentuk bola api. Jin ini tinggal di hutan dan tidak memiliki kekuatan apapun. Mereka menggunakan kelemahan dan ketakutan manusia sebagai sumber kekuatannya.

Jin qorin binatang kelelawar

Sejenis kunti yang merupakan jin qorin wanita yang mati karena melahirkan

Jin murni yang menyamar sebagai anak kecil atas perintah dukun.
Abah Salma Alif Sampayya
08129484044
Rumah Yatim Satu Benih